SPMB JALUR PMDK 2018/2019

PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKPER 17

KARANGANYAR

T.A 2018/2019

SETIAP HARI KERJA JAM 08.00 - 16.00 WIB. S/D 26 Agustus 2018

DIKAMPUS AKPER 17 KARANGANYAR

JL. KAPTEN MULYADI NO 17 KARANGANYAR, SURAKARTA. TELP. (0271) 6491717

HomeBerita KegiatanEvent Spektakuler Dalam Rangka Capping Day 2015 Akper Tujuhbelas Kra. Surakarta

SIAKAD AKPER 17 Karanganyar Surakarta

PMB online AKPER 17

LPPM AKPER 17

Prof. DYP Sugiharto di SEMKESNAS dalam Rangka Dies Natalies XIX AKPER TUJUHBELAS 2015

Lebih lanjut DYP berharap, Perguruan Tinggi (PT) Di Indonesia dan AKPER TUJUHBELAS KARANGANYAR khususnya menyiapkan lulusannya untuk tidak hanya terampil pada skill tapi juga menguasai bahasa asing. Sebab, komunikasi merupakan bagian paling penting pada saat masuk pangsa kerja di negara lain. “Kendala bahasa itu bukan “cuma.” Tapi jadi kendala utama. Mau pintar dan terampil tapi kalau tidak bisa berkomunikasi lha terus bagaimana kerjanya,” paparnya.

Dia mencontohkan, negara ASEAN lainnya yang sekarang sudah bersiap diri menyambut MEA dengan serius salah satunya adalah Filipina. Filipina saat ini sudah bersiap-siap selangkah lebih maju. “Perawat mereka sudah ada yang dikirim ke sini, meskipun tidak digaji selama setahun (oleh rumah sakit Indonesia). Itu strategi mereka, pemerintahnya dulu yang menggaji. Pemerintah mereka serius, jadi ketika 2015 tiba, tenaga kerja mereka sudah tersebar,” katanya.

Penyiapan lulusan, kata dia, bukan hanya sebatas mendidik saja, namun juga memfasilitasi mereka ketika hendak terjun di dunia kerja, terutama di pasar asing. “Jadi, setelah lulus, mereka juga harus memiliki sertifikasi kompetensi dan ketrampilan yang berstandar internasional. Dengan begitu, daya tawar mereka akan lebih tinggi,” tegasnya.

DYP menambahkan, persiapan menghadapi MEA perlu dikuatkan secepat mungkin. Jangan sampai para lulusan di tanah air  Khususnya AKPER TUJUHBELAS KARANGANYAR yang sudah resmi terdaftar PT yang juga ikut bersaing MEA tahun 2015, selain tidak mampu menembus pasar asing di ranah ASEAN, juga gagal menembus pasar dalam negeri karena sudah dimasuki lulusan dari negara-negara ASEAN lainnya. “Jika kita tidak bisa masuk ke pasar ASEAN, mungkin masih ada pasar dalam negeri. Tapi kalau pasar dalam negeri saja sudah tidak bisa masuk juga, kedua tangan kita tidak akan mampu menutup muka kita sendiri (malu)” bebernya.

Prof DYP Yakin dan juga memberikan Apresiasi dengan mendukung penuh atas usaha dan upaya AKPER TUJUHBELAS dalam perubahan menjadi STIKES TUJUHBELAS pada tahun 2015 ini dengan beberapa program studi yang sudah disiapkan. "Saya yakin AKPER TUJUHBELAS mampu berkibar untuk terus berkembang bersaing tingkat ASEAN menghadapi MEA dengan adanya kualitas, produktifitas, kejujuran, dan optimisme yang sudah berjalan saat ini dengan dukungan penuh dari ketua Yayasan Pendidikan TUJUHBELAS Dr.Tatik Suryo,MM (red)", pungkasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Dr.H. Tatik Suryo, MM mengajak para dosen di lingkungan kampusnya meningkatkan kualitas dan pelayanan yang diberikan kepada mahasiswanya. “Kita harus siap hadapi MEA. Dimulai dari pelayanan dosen, bimbingan, dan lainnya agar menghasilkan lulusan berkualitas dalam dunia kerja sebagai perawat spesialis dengan mengoptimalkan fasilitas laboratorium kesehatan yang mempunyai spesilisasi 1.Akupuntur, 2.Herbal, 3.Skincare, 4. Muskuloskeletal yang sudah kita miliki.” ungkap tegasnya. Kalimat yang disampaikan beliau Ketua YP Tujuhbelas tersebut merupakan salah satu Dukungan kepada Civitas dalam kinerjanya dan bukti nyata akan Keberadaan Akper Tujuhbelas di Dunia Kerja yang sudah memiliki lulusan dengan keunggulan perawat sepesialis dibidang Muskuloskeletal (Tulang). (red)

Polling

Bagaimana update informasi di website

Bagus - 77.5%
Cukup - 10%
Kurang - 12.5%

Total votes: 40
The voting for this poll has ended on: 30 Sep 2015 - 00:00

Asal Pengunjung

Go to top